Rabu, 05 November 2014

Apa itu MSDS?

MSDS atau Material Safety Data Sheet adalah sebuah dokumen yang berisi informasi penting tentang produk barang kimia atau barang berbahaya. Dokumen tersebut berisi informasi tentang indentitas bahan dan produsen, bahaya, kandungan, cara penanganan, cara pengangkutan sampai dengan cara pembuangan limbahnya.

Beberapa barang kimia memiliki sifat yang berbahaya seperti beracun (toxic), mudah terbakar (flammable), mudah meledak (explosive) dan sifat yang berbahaya lainnya. Terlebih dengan bahaya barang kimia yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan sepeti kanker, penyakit paru-paru dan gangguan reproduksi. Untuk itu perlu adanya sebuah dokumen yang dapat menerangkan informasi detil tentang barang kimia tersebut, sehingga dapat diminimalisir dampak yang akan terjadi. Informasi penting yang sangat dibutuhkan tersebut ada dalam sebuah dokumen yang dikenal dengan nama MSDS. 

MSDS dalam istilah bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB). MSDS sangat penting dibaca oleh orang-orang yang akan berkecimpung dengan penanganan barang kimia dan barang berbahaya. Informasi yang ada dalam MSDS tersebut wajib diketahui oleh semua orang yang terlibat dalam proses pembuatan, penyimpanan, pengangkutan, pemakaian sampai dengan pembuangan limbahnya. Untuk itu perusahaan yang memproduksi wajib menyediakan MSDS dalam setiap barang yang diproduksinya. 

MSDS juga wajib disertakan dalam setiap kemasan barang kimia tersebut. Berikut ini adalah informasi yang terdapat dalam MSDS: 
  1. Identitas bahan dan perusahaan; 
  2. Identifikasi bahaya; 
  3. Komposisi bahan; 
  4. Tindakan pertologan pertama pada kecelakaan; 
  5. Tindakan penanggulangan kebakaran; 
  6. Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran; 
  7. Penyimpanan dan penanganan bahan; 
  8. Pengendalian pemaparan dan perlindungan diri; 
  9. Sifat-sifat fisika dan kimia; 
  10. Reaktifitas dan stabilitas; 
  11. Informasi toksikologi; 
  12. Informasi ekologi; 
  13. Pembuangan limbah; 
  14. Informasi pengangkutan; 
  15. Peraturan perundang-undangan; 
  16. Informasi lainnya.
Bagi pegawai Bea dan Cukai serta para pemilik barang kimia dan barang berbahaya (baik importir maupun eksportir), MSDS ini wajib difahami sebelum melaksanakan pemeriksaan fisik barang. Importir dan eksportir wajib menyerahkan MSDS tersebut kepada pegawai Bea Cukai yang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan fisik barang. 

Setelah importir, eksportir dan pegawai Bea Cukai yang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan fisik barang mempelajari dokumen MSDS atas barang yang akan dilakukan pemeriksaan fisik, maka mereka harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, baik alat yang digunakan untuk pengambilan sampel sampai dengan perlengkapan yang wajib digunakan. 

Keselamatan adalah hal yang paling penting dalam bertugas, untuk itu gunakan selalu alat pelindung diri (APD) ketika kita sedang melakukan kontak dengan barang kimia dan barang berbahaya. Jangan lupa gunakan selalu jaket, masker, sarung tangan, kacamata dan peralatan standar lainnya. 

==
Diolah dari berbagai sumber. Gambar dari http://www.hazchemwize.co.za.
Tulisan pernah dimuat dalam Majalah Warta Bea Cukai Edisi 473/ April 2014

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Recent Posts

Recent Comment

Popular Posts

KenaliDia.Com