Senin, 30 April 2012

Impor Alat Berat

Kali ini penulis akan berusaha mencoba untuk menjawab pertanyaan yang masuk di komentar beacukai.blogspot.com secara continue. Banyak sekali pertanyaan yang masuk ke pesan blog tersebut, setidaknya ada 85 pertanyaan yang sampai sekarang belum penulis jawab. Ini menandakan bahwa memang antusiasme masyarakat terhadap keingintahuan tentang kepabeanan dan cukai cukup tinggi. 


Perlu disampaikan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sejak dilakukannya perubahan tipologi kantor di seluruh Indonesia dalam rangka reformasi birokrasi di Kementrian Keuangan (sejak tahun 2007) telah ada unit yang menangani langsung segala macam pertanyaan market forces. Disana ada unit pelayanan informasi yang akan membantu Anda terhadap permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan kepabeanan dan cukai, jadi Anda bisa langsung datang di Kantor Bea dan Cukai terdekat. Namun karena pertanyaan yang masuk ditujukan kepada penulis, maka penulis hanya akan menjawab sesuai dengan kapasitas penulis sebagai seorang blogger.

Pada awalnya blog beacukai.blogspot.com penulis dirikan untuk membantu para pencari peraturan tentang kepabeanan dan cukai, karena pada saat itu (tahun 2007) belum banyak situs yang menyediakan peraturan tentang kepabeanan dan cukai, serta untuk membersihkan tulisan-tulisan yang menyudutkan institusi penulis bekerja dari orang-orang yang tidak memiliki tanggung jawab. Kala itu banyak sekali situs yang menyudutkan institusi yang penulis cintai (Bea Cukai) masuk pada halaman pertama search engine (google.com), dengan keyword "beacukai". Penulis bersama para blogger yang mungkin punya misi yang sama mencoba untuk membersihkan tulisan mereka, dan sekaligus menantang kepada mereka bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sekarang sudah berbeda.

Langsung saja penulis akan mencoba menjawab pertanyaan berikut ini:

“Bagaimana prosedur impor alat-alat berat (truck) khusus untuk pertambangan. Apakah impor tsb diatas, dikenakan bea masuk. Mohon informasi peraturan yg mengatur tentang impor ydm. Jawaban mohon via email : hsoekmono@yahoo.com. Terima kasih , dan sangat saya hargai bantuan anda. (dari Bapak Soekmono HR)”

ALAT BERAT

Yang dimaksud dengan alat berat adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan factor penting didalam proyek, terutama proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar.

Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia adalah barang yang termasuk dalam pos 84.30 meliputi: mesin pengolah, grading, perata, pengikis, penggali, pemadat, perapi, pengaduk atau pengebor lainya, untuk tanah, mineral atau bijih; pemancang tiang dan pemancang bor, bajak salju dan blower salju.

Berdasarkan fungsinya alat berat dibagi kedalam:

Alat Pengolah Lahan; Dozer untuk membuka lahan, Scraper untuk mengangkat lapisan tanah paling atas, Motor grader untuk membentuk permukaan tanah menjadi rata.
 
Alat penggali (Excavator); seperti Front shovel, Backhoe, Dragline dan Calmshell. 

 

Alat pengangkut material; Crane untuk memindahkan tanah secara vertikal dan horizontal dalam jarak tertentu, sedangkan untuk jarak yang jauh menggunakan Belt, Truck dan Wagon.


Alat pemindah material; seperti Loader dan Dozer.

 

Alat pemadat; seperti Tamping roller, pneumatic tired roller, compactor dll.

 

Alat pemroses material; Crusher dan Concrete mixer truck.

Alat penempatan akhir material; Concrete spreader, Asphalt paper, Motor grader dan Alat pemadat.


Perusahaan alat berat di Indonesia rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. Misalnya saja Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi, United Tractor dengan Komatsu, Trakindo Utama dengan Caterpillar, PT. Intraco Penta dengan Volvo, Kobelco, Ingersol Rand, Bobcat serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo. Perusahaan-perusahaan tersebut tergabung dalam Asosiasi Industri Alat Besar Seluruh Indonesia (HINABI).

Sehingga apabila ada perusahaan yang mengimpor alat berat dengan merk tersebut diatas (HINABI), karena bukan agen dari prinsipalnya bisa dipastikan kalau alat berat tersebut dalam kondisi bukan baru alias bekas. 
Impor bahan baku alat berat selama ini berupa center bracket, monitor panel, mesin dan komponen hydraulic. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate, ban, battery, dan under carriage part sudah mampu dipasok industry penunjang. Untuk impor bahan baku alat berat/ alat besar oleh industry alat berat/ besar pada tahun 2000 sampai dengan 2005 diberikan fasilitas keringanan bea masuk sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 99/KMK.05/2000 tanggal 31 Maret 2010, sehingga tarif bea masuk menjadi sebesar 5%. Sedangkan pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 87/PMK.010/2005 dibebaskan dari pungutan bea masuk. Sampai dengan sekarang penulis belum mengetahui apakah ada peraturan yang mengatur kembali tentang keringanan/ pembebasan impor bahan baku alat berat, karena Peraturan Menteri Keuangan Nomor 87/PMK.010/2005 hanya berlaku satu tahun.

Kaitannya dengan impor alat berat dengan kondisi bukan baru atau bekas telah diatur oleh Menteri Perdagangan terakahir dengan Nomor 58/M-DAG/PER/12/2010 Tentang Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru. Dalam peraturan menteri tersebut dibolehkannya impor alat berat dalam kondisi bekas khusus untuk perusahaan pemakai langsung, perusahaan rekondisi dan perusahaan remanufacturing. Sebelum dilakukan importasi perusahaan tersebut harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari Kementrian Perdagangan. Setelah mendapatkan ijin, barang tersebut juga wajib dilaksanakan pemeriksaan teknis dinegara pemuat oleh surveyor yang ditunjuk Mendag.

Impor alat berat dalam kondisi bekas/ bukan baru hanya dapat diimpor oleh perusahaan pemakai langsung, perusahaan rekondisi dan perusahaan remanufacturing, setelah mendapatkan ijin dari Kementrian Perdagangan.

JAWABAN

Prosedur impor alat-alat berat (truck) khusus untuk pertambangan sama dengan impor barang pada umumnya, dan tentunya akan dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor sesuai dengan tariff yang berlaku. Lihat Buku Tarif Kepabeanan Indonesia.

Khusus untuk Dump Truck, dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia masuk kedalam pos 87.04, yaitu kendaraan bermotor khusus, bukan alat berat pos 84.30, disana dibedakan dengan masa total/ gross vehicle weight (GVW) kendaraan tersebut.

Untuk impor barang bekas sesuai yang diatur dalam peraturan Mendag nomor 58/M-DAG/PER/12/2010, pos 87.04 hanya diperbolehkan impor untuk bagian/ komponen dari barang pos 84.30.

Demikian disampaikan jawaban penulis atas pertanyaan yang masuk mengenai impor alat berat, apabila ada kesalahan atau kekurangan dari jawaban, dimohon untuk menyampaikan langsung melalui kotak komentar yang sudah penulis sediakan di bawah tulisan ini.

Sekali lagi ini adalah jawaban penulis dengan kapasitasnya sebagai seorang blogger, untuk mekanisme teknisnya silahkan Anda datang langsung ke Kantor Bea Cukai terdekat.

PUSTAKA


Keputusan Menteri Keuangan Nomor 99/KMK.05/2000 (sudah tidak berlaku).

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 87/PMK.010/2005 (sudah tidak berlaku).

Adang Karyana Syahbana, S.ST. dan Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M., Modul Teknis Pemeriksaan Barang Alat Besar; Pusdiklat Bea dan Cukai, Jakarta, 2011. 

10 komentar:

  1. Mantabs sekali jawabannya...sudah pantas jd pfpd, atau setidaknya kasi PLI...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Bro.. Lebih mantabs lagi kalau diberikan masukan juga, mari kita berdiskusi bertukar informasi..

      Hapus
  2. assalamu'alaikum.. bang,, klo mao beli scraper dimana?? ane d daerah puncak bogor.,, d jakarta ada nggak bang

    BalasHapus
  3. Salam kenal Pak Mahfud... saya ada pertanyaan mengenai import barang bekas. Kalau saya tidak salah, ada modus yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dengan mengimpor alat berat pertambangan dalam kondisi bekas memakai tarif pajak 8431 dan dikenakan pajak 0% semua. Alasan perusahaan tersebut katanya Kementrian Perdagangan yang menganjurkan penggunaan tarif 8431. Saya tidak setuju. Masa 0% semua? Apakah saya bisa dapat berkomunikasi dengan Bapak secara pribadi untuk masalah ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengenai aduan dan sejenisnya, silahkan sampaikan ke unit Kepatuhan Internal DJBC. Semoga bisa membantu. Trims..

      Hapus
  4. Pak kalau saya mau beli crane bekas dari china bisa masuk ga ya dengan peraturan yg berlaku skrg? Thx

    BalasHapus

Recent Posts

Recent Comment

Popular Posts

KenaliDia.Com