Rabu, 30 Mei 2012

Apa Arti FOB Pembebasan Barang Kiriman dan Bawaan Penumpang dari Luar Negeri?

Tulisan ini menjawab pertanyaan tentang pembebasan yang diberikan oleh Bea dan Cukai mengenai barang kiriman, barang bawaan penumpang dan pelintas batas. Pada ketentuan yang mengatur hal tersebut diatur mengenai besarnya pembebasan untuk kiriman FOB USD 50, barang penumpang FOB USD 250 per penumpang dan FOB USD 1000 per keluarga. 

Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan mengenai cara perhitungan bea masuk barang kiriman dan barang bawaan penumpang, dimana barang yang dikirim atau dibawa dari luar negeri akan terkena pungutan bea masuk dan pajak dalam rangka impor untuk barang yang mempunyai nilai diatas pembebasan tersebut. Ternyata banyak juga yang belum mengetahui maksud dari nilai FOB itu?. Bagi orang awam yang belum pernah menerima pelajaran atau mata kuliah Teknik Perdagangan Internasional tulisan ini akan sangat bermanfaat.
Diagram Incoterms 2000

MEKANISME PENYERAHAN BARANG

Dalam perdagangan internasional telah diatur mengenai tata cara penyerahan barang dari penjual ke pembeli, hal tersebut diatur dalam International Commercial Terms (incoterms) yang diterbitkan tahun 1936 kemudian diperbaharui tahun 1951, 1967, 1976, 1980, 1990 dan terakhir tahun 2000. Incoterms tersebut dimaksudkan untuk menyeragamkan penafsiran persyaratan perdagangan yang menetapkan hak dan kewajiban pembeli dan penjual dalam transaksi internasional berupa barang-barang yang berwujud (tangible).

Dalam ketentuan tersebut diatur mengenai penyerahan barang yang dikelompokkan kedalam 4 kelompok, dapat saya gambarkan sebagai berikut:


Kelompok
Ketentuan
Penyerahan
Syarat
E
Penjual berkewajiban menyiapkan barang di tempat tinggal penjual
Ex Works/ EXW
(Named Place)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan di tempat penjual.

Kewajiban penjual adalah hanya menyediakan barang di tempatnya (pabrik/ gudang). Sementara pembeli berkewajiban mengurus pengangkutan.

Biaya pengangkutan, izin kepabeanan di wilayah negara penjual maupun pembeli (export-import clearance), dan risiko sejak barang diangkut dari pabrik/ gudang penjual hingga ke tempat pembeli adalah tanggung jawab pembeli.
F
Penjual berkewajiban menyerahkan barang kepada perusahaan pengangkutan sesuai yang ditunjuk pembeli
Free Carrier At/ FCA
(Named place)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan pada saat barang diserahkan kepada pihak pengangkut yang ditunjuk oleh pembeli.

Kewajiban penjual adalah menyiapkan pengangkutan atas nama pembeli. Sementara pembeli bertugas menentukan pengangkut (carrier) dan membuat kontrak pengangkutan (carriage contract).

Izin kepabeanan di wilayah penjual (export clearance) menjadi tanggung jawab penjual. Sedangkan biaya pengangkutan, risiko sejak barang diserahkan oleh penjual kepada pihak pengangkut (carrier) hingga ke tempat pembeli.
Free Alongside Ship/ FAS
(Named port of shipment)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan pada saat barang diserahkan kepada pihak pengangkut yang ditunjuk oleh pembeli.

Kewajiban penjual adalah menyiapkan pengangkutan atas nama pembeli. Sementara pembeli bertugas menentukan pengangkut (carrier) dan membuat kontrak pengangkutan (carriage contract).

Izin kepabeanan di wilayah penjual (export clearance) menjadi tanggung jawab penjual. Sedangkan biaya pengangkutan, risiko sejak barang diserahkan oleh penjual kepada pihak pengangkut (carrier) hingga ke tempat pembeli,
Free on Board/ FOB
(Named port of shipment)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan pada saat barang telah dimuat di atas kapal (on board).

Kewajiban penjual adalah menempatkan barang di atas kapal dan menanggung biaya muat. Sedangkan kewajiban pembeli adalah menentukan pengangkut, menentukan kontrak pengangkutan, dan menanggung biaya angkut dan biaya bongkar.

Export clearance dan biaya muat di atas kapal menjadi beban penjual. Sedangkan biaya pengangkutan maupun risiko sejak barang dimuat di atas kapal oleh penjual hingga ke tempat pembeli, serta import clearance menjadi beban pembeli.
C
Penjual mengurus formalitas ekspor dan melakukan kontrak dengan perusahaan pelayaran untuk pengiriman barang
Cost and Freight / CFR
(Named port of destination)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan pada saat barang telah dimuat di atas kapal (on board).

Penjual berkewajiban menentukan pengangkut, membuat kontrak pengangkutan, menempatkan barang di atas kapal, menanggung biaya muat, dan ongkos angkut hingga pelabuhan tujuan. Sedangkan kewajiban pembeli adalah menanggung biaya di luar beban penjual sesuai kontrak pengangkutan.

Export clearance dan biaya pengangkutan menjadi beban penjual, sedangkan risiko sejak barang dimuat di atas kapal oleh penjual hingga ke pelabuhan tujuan serta import clearance menjadi tanggung jawab pembeli.
Cost, Insurance, and Freight/ CIF
(Named port of destination)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan pada saat barang telah dimuat di atas kapal (on board).

Kewajiban penjual adalah menentukan pengangkut (carrier), membuat kontrak pengangkutan, menempatkan barang di atas kapal, menanggung biaya muat, ongkos angkut, dan biaya bongkar di pelabuhan tujuan, serta biaya asuransi. Sedangkan kewajiban pembeli adalah menanggung biaya di luar beban penjual sesuai kontrak pengangkutan.

Export clearance, biaya pengangkutan, dan biaya asuransi menjadi beban penjual. Sedangkan import clearance menjadi beban pembeli.
Carriage Paid To/ CPT
(Named place of destination)
Syarat ini digunakan dalam hal pengangkutan barang dilakukan menggunakan multimoda transport. Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan pada saat barang telah dimuat di atas alat angkut yang pertama.

Penjual berkewajiban menentukan pengangkut (carrier), membuat kontrak pengangkutan, menyerahkan barang kepada pengangkut pertama, membayar biaya muat, ongkos angkut, dan biaya bongkar di tempat tujuan. Sedangkan pembeli berkewajiban menanggung biaya di luar beban penjual sesuai kontrak pengangkutan.

Export clearance, ongkos-ongkos, dan biaya pengangkutan menjadi beban penjual. Sedangkan risiko sejak barang diserahkan kepada pengangkut pertama oleh penjual hingga ke tempat tujuan serta import clearance menjadi beban pembeli.
Carriage an Insurance Paid To/ CIP
(Named place of destination)
Syarat ini digunakan dalam hal pengangkutan barang dilakukan menggunakan multimoda transport. Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan pada saat barang telah dimuat di atas alat angkut yang pertama.

Penjual berkewajiban menentukan pengangkut, membuat kontrak pengangkutan, menyerahkan barang kepada pengangkut pertama, membayar biaya muat, ongkos angkut, biaya bongkar di tempat tujuan, dan biaya asuransi. Sedangkan kewajiban pembeli adalah membayar biaya di luar beban penjual sesuai kontrak pengangkutan.

Export clearance, ongkos-ongkos, biaya pengangkutan, dan biaya asuransi menjadi beban penjual, sedangkan import clearance menjadi beban pembeli.
D
Penjual menanggung segala biaya, beban, risiko pengiriman barang
Delivered At Frontier/ DAF
(Named place)
Syarat ini digunakan dalam hal pengangkutan barang dilakukan menggunakan multimoda transport. Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan di suatu tempat perbatasan di luar wilayah penjual.

Penjual berkewajiban menentukan pengangkut, membuat kontrak pengangkutan, membayar biaya muat, ongkos angkut, biaya bongkar, dan menyerahkan barang kepada pembeli di suatu tempat perbatasan di luar wilayah penjual. Sedangkan pembeli berkewajiban membayar biaya pengangkutan dan ongkos di luar wilayah penjual.

Export clearance, biaya pengangkutan, ongkos, dan risiko hingga di suatu tempat perbatasan di luar wilayah penjual menjadi tanggung jawab penjual. Sedangkan import clearance, biaya pengangkutan, ongkos, dan risiko di tempat perbatasan di luar silayah penjual hingga tempat tujuan menjadi tanggung jawab pembeli.
Delivered Ex Ship/ DES
(Named port of destination)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan di atas kapal (on board) di pelabuhan tujuan.

Penjual berkewajiban menentukan pengangkut, membuat kontrak pengangkutan, membayar biaya muat, ongkos angkut, menyerahkan barang di atas kapal kepada pembeli di pelabuhan tujuan. Sedangkan kewajiban pembeli membayar biaya bongkar di pelabuhan tujuan.

Export clearance, biaya pengangkutan, ongkos-ongkos dan risiko hingga pelabuhan tujuan menjadi tanggung jawab penjual. Sedangkan import clearance, biaya bongkar di pelabuhan tujuan, dan risiko hingga tujuan akhir menjadi tanggung jawab pembeli.
Delivered At Quay/ DEQ
(Named port of destination)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan di tempat tujuan bongkar barang.

Kewajiban penjual adalah menentukan pengangkut, membuat kontrak pengangkutan, membayar biaya muat, ongkos angkut, biaya bongkar, dan menyerahkan barang kepada pembeli di tempat tujuan bongkar barang. Sedangkan kewajiban pembeli menerima barang di tempat tujuan bongkar barang.

Export clearance, biaya pengangkutan, ongkos-ongkos dan risiko hingga tempat tujuan bongkar barang menjadi tanggung jawab penjual. Sedangkan import clearance menjadi beban pembeli.
Delivered Duty Unpaid/ DDU
(Named place of destination)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan di tempat tujuan bongkar barang, tanpa penyelesaian import clearance.

Kewajiban penjual adalah menentukan pengangkut, membuat kontrak pengangkutan, membayar biaya muat, ongkos angkut, biaya bongkar dan menyerahkan barang kepada pembeli di tempat tujuan bongkar barang. Sedangkan kewajiban pembeli adalah menerima barang di tempat tujuan bongkar barang.

Export clearance, biaya pengangkutan, ongkos-ongkos, dan risiko hingga tempat tujuan bongkar barang menjadi tanggung jawab penjual. Sedangkan pembeli wajib menanggung import clearance-nya.
Delivered Duty Paid/ DDP
(Named place of destination)
Penyerahan barang dan peralihan risiko dari penjual kepada pembeli dilakukan di tempat tujuan bongkar barang, termasuk penyelesaian import clearance.

Kewajiban penjual adalah menentukan pengangkut, membuat kontrak pengangkutan, membayar biaya muat, ongkos angkut, biaya bongkar dan menyerahkan barang kepada pembeli di tempat tujuan bongkar barang. Sedangkan kewajiban pembeli adalah menerima barang di tempat tujuan bongkar barang.

Export-import clearance, biaya pengangkutan, ongkos-ongkos, dan risiko hingga tempat tujuan bongkar barang menjadi tanggung jawab penjual.

Sebenarnya persyaratan FOB hanya dapat dipakai untuk pengangkutan barang yang melalui laut atau sungai saja, namun pada ketentuan mengenai barang kiriman, barang bawaan penumpang dan pelintas batas semua dianggap melalui laut/ sungai.

Kaitannya dengan nilai pabean, system penyerahan barang yang digunakan sebagai perhitungan bea masuk adalah Cost, Insurance and Freight (CIF). 

PUSTAKA

Handout Teknik Perdagangan Internasional DTSD Prodip I 2009, Pusdiklat Bea dan Cukai, Jakarta.

48 komentar:

  1. Blognya banyak, jadi bingung mau komentar di blog yang mana...
    Salam hangat dari Kendal Mas.
    Salam juga untuk keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suwun Pak Mar, saya salut dengan Bapak karena keaktifannya menulis.. Salam hangat juga buat keluarga.

      Hapus
  2. salam..
    pak mau tanya nih, saya mau beli keju di malaysia 40kg, soalnya keju y mw saya beli ni gk ada di indonesia,,klo saya bawak pke bagasi saya itu kena pajak gimana pak..
    tolong dijawab ya pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga.. Saya pernah menulis tentang Barang yang di Bawa dari dan Keluar Negeri, Silahkan Anda baca dan fahami artikel saya yang berkaitan dengan pertanyaan Anda.

      Untuk keju yang Anda beli 40kg, apabila digunakan untuk keperluan pribadi dan bukan untuk diperdagangkan, maka Anda hanya memberitahukan ke petugas Bea Cukai dengan menggunakan Customs Declaration (CD), lain halnya kalau Anda bermaksud untuk diperjualbelikan maka Anda harus membuat Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK) dan harus memiliki ijin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

      Seandainya barang tersebut untuk keperluan pribadi (barang bawaan pribadi) dengan harga USD 1.500 per 100kg, maka kalau 40kg berarti harganya USD 600. Nah kalo Anda datang sendiri Anda hanya diberikan pembebasan sebesar nilai pabean FOB USD 250 berarti Anda terkena pajak atas kelebihan nilai pabeannya sebesar (600-250=USD 350), tapi kalau Anda datang bersama keluarga Anda akan diberikan pembebasan sebesar nilai pabean USD 1000 per keluarga (artinya Anda tidak terkena bea masuk dan pajak impor).

      Seandainya Anda datang sendiri, berarti Anda harus membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impornya. Sebagai ilustasinya sebagai berikut:

      Harga FOB keju = USD 600
      Pembebasan = USD 250
      FOB yang terkena pajak = USD 350
      Misal Freight nya = USD 17,5
      Misal Asuransi nya = USD 1,84
      Tarifnya untuk keju; BM:5%, PPN:10%, PPnBM:0%, PPh (Non Api):7,5%
      Misal kurs 1 USD = Rp 9.425
      Maka Anda terkena pungutan kira-kira sebesar Rp. 813.691

      Tapi itu sekedar ilustrasi saja, dengan harga yang dikira-kira.. Anda bisa menghitung sendiri dengan menggunakan alat hitung yang saya sediakan disamping kanan.

      Semoga dapat difahami..

      Hapus
  3. Dalam Ketentuan Pembebasan Bea Masuk dan Tidak Dipungut Pajak Dalam Rangka Impor - Barang kiriman dengan nilai pabean paling banyak FOB USD 50,00 (lima puluh US Dollar). Mohon penjelasannya apakah pengertian nilai pabean paling banyak FOB USD 50,00 sudah termasuk Freight dan Asuransi didalamnya atau Tidak , mungkin saja masih ada petugas bea cukai dan penerima barang kiriman yang salah mengartikannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang dimaksud pembebasan nilai pabean FOB dalam barang kiriman (bukan hanya barang kiriman, termasuk barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut serta pelintas batas) adalah pembebasan dimana barang sudah diserahkan oleh penjual sampai dengan diatas kapal (Free on Board). Pada saat itu beban pengangkutan dan biaya lainnya seperti asuransi menjadi tanggung jawab pembeli.

      Sedangkan untuk perhitungan bea masuknya adalah dengan menggunakan terminology penyerahan barang Cost, Insurance and Freight (CIF). Dimana nilai barang tersebut (FOB) harus ditambahkan dengan biaya kirim (freight) dan asuransi (insurance) serta biaya-biaya lain sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan tentang Nilai Pabean.

      Jadi pembebasan nilai pabean barang kiriman $50, penumpang $250 per orang dan lain-lain adalah pembebasan dengan metode penyerahan Free on Board (pada umumnya penjual di luar negeri memasang harga dengan cara ini), tidak termasuk asuransi dan biaya kirim. Semoga bisa dimengerti.

      Hapus
  4. apabila kita membeli barang secara online misal dari china disitu disebut fob:$100 dan plus pengiriman melalui ems:$219
    apakah kita masih kena pajak dan mengurus ke bea cukai atau barang sdh kita terima di alamat kita tanpa keluar biaya lagi.trims atas infonya maklum awam tentang perdagangan lintas negara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang Bapak maksud adalah terminologi penyerahan barang dalam bentuk Cost and Freight, atau yang sering disingkat CNF atau CFR. Dimana import clearance nya menjadi tanggung jawab pembeli atau penerima barang. Bapak masih harus membayar bea masuk dan pajak impornya.

      Hapus
  5. saya sangat apresiatif sekali dengan blog mas parih ini, tapi saya munngkin akan sedikit mengoreksi balasan mas parih tentang kasus dari pembelian keju 40 kg dari malaysia via bandara atau dengan cara dibawa dalam barang bawaan penumpang, berdasarkan pasal 1 PMK 188/PMK.04/2010 disebutkan bahwa yang dimaksud barang dagangan adalah barang yang menurut jenis, sifat dan jumlahnya tidak wajar untuk keperluan pribadi, diimpor untuk diperjualbelikan, barang contoh, barang yang akan digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong untuk industri, dan/atau barang yang akan digunakan untuk tujuan selain pemakaian pribadi, atas pasal tersbut saya berpendapat terhadap keju yang dibeli dari malaysia sejumlah 40 kg tidak mendapatkan pembebasan BM, mohon dikoreksi kalau ada kesalahan pendapat saya ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Pak Riza.. Terimakasih atas koreksinya. Soalnya jumlah yang wajar atau tidak wajar tidak ada batasan kuantitatifnya, sehingga bisa menjadi sumir.

      Hapus
  6. Assalamu'alaikum Mas Muparrih, bagus banget paparannya, sangat membantu bagi saya untuk mempelajari proses perdagangan internasional, ijin share di blog saya mas, terimakasih.

    BalasHapus
  7. Terima kasih mas artikelnya, sangat lengkap dan membantu dalam pekerjaan saya...

    jasa pindahan rumah

    BalasHapus
  8. assalamualaikum mas muparrih saya masih bingung nich.. maaf masih awam, contoh misal saya mau beli produk di china dengan fob :5$/ unit.. dengan bentuk barang chasing CPU computer dengan kuantiti 100 unit = 500$. nah apakah saya harus membayar pajak ? mohon pencerahannya terimakasih

    adi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam Mas..
      Tetap bayar pajak Pak, walaupun bea masuk nya 0% (8473309000), tapi terkena PPN 10%.

      Hapus
    2. berarti cuma ppn 10% saja ya mas ? btw terima kasih banyak atas keterangannya sangat membantu sekali bagi saya yang baru mau belajar beli brg dari luar

      Hapus
    3. Iya bener Mas Adi.. Sukses terus Mas..

      Hapus
  9. assalamualaikum pak muparrih
    maaf pak,, mau tanya lagi klo untuk jenis powerbank
    dan semacam accecories computer lainya apa terkena ppn bea masuk,pph ga ? saya mau coba beli
    misalkan saya beli di china dengan per unitnya senilai 16$ rupiah dengan qty 100 unit berapa ya kira2 pajaknya trimaksih,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. WSS Mas Adi.. Untuk setiap barang impor terkena PPN 10% dan PPh 2.5% untuk API, 7.5% untuk yang tidak punya API dan 15% untuk yang tidak punya NPWP. Silahkan coba hitung sendiri Mas, biar tambah faham. Baca tulisan dan beberapa komentar tentang cara perhitungannya di tulisan saya tentang Barang Kiriman dari Luar Negeri. Terimakasih.

      Hapus
    2. Mas NPWP yang dimaksud di sini apa ya? NPWP personal atau bagaimana?

      Hapus
  10. Salam Pak Muparrih.

    Mau nanya nih Pak,
    Saya melakukan pengiriman barang dari Cina untuk barang elektronik seperti PowerBank dan Spare Part LCD BB.

    Saya sendiri menggunakan jasa ekspedisi perusahaan Cina untuk pengiriman barang ini. Untuk barangnya sudah berada di Gudang agensi perusahaan tsb.

    Yang saya bingung sekarang saya dimintai biaya tambahan untuk bea cukai yang menurut saya tidak masuk akal. Dan ditambah lagi tidak ada dokumen resmi dari bea cukainya.

    Saya diberi 2 opsi sekarang yaitu membayar biaya yang mereka minta atau barangnya akan dikembalikan ke bea cukai dan saya mengurus sendiri.

    Mohon petunjuknya mas, terima kasih :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan percaya begitu saja atas pernyataan yang menyebutkan permintaan uang yang tidak legal dengan alasan untuk membayar petugas atau pejabat Bea Cukai.

      Hapus
    2. Jadi skrg baiknya bagaimana ya, karena kalau saya tidak bayar barang saya ini tidak mau dikeluarkan oleh perusahaan bersangkutan.

      Hapus
    3. Komunikasikan saja dengan pihak jasa pengirimannya untuk menemukan solusi terbaik..

      Hapus
  11. Salam Pak Muparrih,

    Alhamdulillah saya bisa menemukan Blog ini sebelum bertindak.
    Saya berencana beli 4 unit LCD dari Shenzen China, penjual menawarkan harga barang FOB sebesar $4,220, ada kekuatiran dikarenakan ini pengalaman prtama saya mengimpor barang, dan terbukti setelah membaca Blog ini, bnyk persyaratn yg hrs dipenuhi, mulai dari izin impor, jasa angkut, pajak, asuransi dan belum lg bea" yg lainya.

    Mohon kiranya diberikan penjelasan lebih lanjut dari bapak
    agar prosesnya bisa lancar
    Trims,
    Erik

    BalasHapus
  12. Selamat malam Pak Muparrih. Saya Andre dari Yogya. Mohon maaf sebelumnya mau bertanya. Saya berencana membeli kamera bekas dari ebay. Harga kamera FOB maksimal 25000 JPY.
    Pertanyaan saya apakah benar kalau saya akan dikenakan PPN, PPNBM dan PPH yang besarnya 10%, 10% dan 7,5%. Kok menurut saya jadi besar sekali yang harus saya bayarkan. Saya sudah mempunyai NPWP. Terima kasih sebelumnya. Mohon bapak berkenan menjawab pertanyaan saya.

    BalasHapus
  13. Pak Mercu dan Pak Andre, silahkan baca tulisan dan dikusinya pada tulisan Barang Kiriman dari Luar Negeri dan Kalkulator Bea Masuk dan Pajak Impor..

    BalasHapus
  14. salam hangat untuk kita semua,
    pertama saya sangat apresiasi terhadap tulisan bapakmengenai impor, saya saat ini sedang melakukan riset mengenai, FOB dan CIF, mohon kira nya jika bapak berkenan memberikan masukan mengenai alur mekanisme dan penjelasan mengenai FOB dan CIf, terima kasih sebelunya, bapak bisa mengirim email ke saya
    r.yudhie@gmail.com

    BalasHapus
  15. salam hangat pak Muparrih, saya mau tanya klo saya mau beli barang dari luar negeri dengan harga sampai indonesia itu namanya harga apa? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya masuk kelompok C Pak, di Cost Insurance and Freight Silahkan baca lagi kewajiban penjual dan pembelinya pada tulisan diatas. Cocokan dengan transaksi Bapak dengan Penjual.

      Hapus
  16. Masbroo, ane boleh minta aplikasi yg di pjok kanan atas itu ga ?
    cara bikinnya gimana yah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu cuman permainan javascript mas.. silahkan di copy saja, dan pasang pada halaman html Anda. Kalau kurang jelas, silahkan belajar dulu tentang html, dan bagaimana menyimpannya dalam halaman tersebut.

      Hapus
  17. cara ngopynya gimana ya mas ?
    tolong di rinciin scriptnya aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klik kanan pada halaman (sebaiknya pada halaman muka saja, biar gak banyak script yang muncul), pilih View Page Source, trus klik Ctr+F, cari kode <form action="#" name="formSide">, trus copy <form action="#" name="formSide"> sampai kode </form>, trus paste kan ke halaman html punya kamu.

      Ngomong-ngomong mau dipasang kemana Mas Bagoes? Salam kenal ya..

      Hapus
  18. Salam Kenal Pak Muparrih Mahfud, saya baru-baru ini mendatangkan barang dari China berupa Mouse (No Brand Mouse) seharga USD 1,4/pc total 50 pcs sehingga harga menjadi USD 70, seller mengirim barang menggunakan PJT Express (FEDEX) dengan freight cost USD 35.88 dengan berat kirim 7.8 Kg, ketika barang sampai di Indonesia saya dihubungi oleh pihak PJT via telpon menginformasikan total Pajak dan charge yg harus saya bayar adalah Rp 769.000, saya tidak terkejuat ataupun kaget tapi saya sangat kuuuaageet sekali, lho mosok biaya pajak dll. lebih besar dari harga barang? ketika saya minta rincian via email, biaya yg timbul dari kegiatan ini muncul FOB = USD 100 (padahal saya belinya cuma USD 70), PPh sebesar 15% (bukankah yang tidak pakai API hanya sebesar 7,5%), Asuransi sebesar 0.68, sehingga komponen tersebut yang memunculkan angka Rp 334.000 hanya untuk Import Duty. Namun ketika saya hitung pakai Kalkulator made in Pak Muparrih tidak lebih dari Rp 148.000.
    Setelah itu ada lagi muncul biaya-biaya lainnya seperti :
    Advance Fee : Rp 50.000
    Admin Charge : Rp 50.000
    Handling Charge : Rp 250.000
    VAT 10% x (AF + HF + AC): Rp 35.000
    Bank Charge : Rp 50.000
    Sehingga total yang harus saya bayar sebesar Rp 769.000.

    Jika dibandingkan dengan pengalaman sebelumnya saya membeli repeater dari China seharga USD 60, freight cost via EMS USD 27, dan ketika barang sampai di Indonesia saya tidak diminta untuk membayar serupiahpun oleh EMS.

    Dari uraian diatas yang menjadi pertanyaan saya adalah :
    1. Apakah hitungan yang dilakukan PJT telah menerapkan ketentuan pembebasan FOB sebesar USD 50?
    2. Apakah biaya yang muncul tersebut harus/wajib saya bayar?
    3. Mohon dijelaskan mengenai hal-hal lain yang mungkin belum saya ketahui sehubungan dengan rincian hitungan diatas

    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertama; barang yang dikirim melalui perusahaan jasa titipan (selain kantor pos) membuat dokumen pemberitahuan secara self assessment (pihak PJT yang membuat pemberitahuan kemudian diserahkan ke Bea Cukai) dengan dokumen PIBK, jadi tanyakan saja terlebih dahulu ke pihak PJT nya. Setiap barang kiriman mendapatkan pembebasan bea masuk sebesar nilai pabean FOB $50, baik lewat kantor pos maupun PJT.

      Kedua; Bapak wajib membayarnya.

      Ketiga; untuk PPh pasal 22 yang dikenakan 15%, berarti Bapak diberitahukan oleh PJT tersebut ke Bea Cukai dianggap tidak memiliki NPWP. Bapak tanyakan saja ke PJT nya kalau memang Bapak punya NPWP, sehingga hanya dipungut 7,5% dari nilai impor. Untuk asuransinya 0.5% dari nilai CNF, silahkan baca di kalkulator bea masuk untuk lebih jelasnya.

      Hapus
  19. Salam Kenal Pak Muparrih Mahfud...Selamat pagi...
    Mohon tanya berapa biaya impor produk pertanian
    dari negara China dan Jerman dengan quantity 1000 - 2000 MT.

    Demikian dan terima kasih.

    Salam,
    Mujiyono

    BalasHapus
  20. Salam Pak Muparrih,
    Samar-samar akhirnya saya cukup faham arti dari FOB. Namun bagaimana menentukan nilai FOB suatu barang.
    Contoh:
    Sepatu merek ABC buatan Vietnam, saya beli di sebuah toko di Kamerun seharga $275, Tentu harganya akan berbeda bila saya membeli di toko depan pabrik atau di toko di Indonesia, karena ada komponen lain seperti ongkos angkut pajak, dll. Nah, bila saya bawa sepatu itu masuk ke Indonesia, bagaimana menentukan nilai FOBnya untuk menghitung bea masuk dan pajak impor.

    Terima kasih.
    Kresna

    BalasHapus
  21. Salam Pak Muparrih
    saya adalah penjualan batu fosil yang menjual barang di tempat ( galeri ).
    beberapa hari yang lalu ada buyer dari cina yang menanyakan harga barang FOB.
    mohon bantuan bapak bagai mana cara penghitungan FOB nya
    terima kasih
    yasramdani@gmail.com

    BalasHapus
  22. Mau tanya pak, kalau FOB itu dikonversi dari nilai USD atau IDR yah? Bila nilai barang dikonversi dari JPY apakah USD-IDR-JPY atau USD-JPY atau IDR-JPY?

    BalasHapus
    Balasan
    1. FOB yang mungkin Anda tanyakan di kolom kalkulator bea masuk ya? Isikan nilai FOB dengan valuta USD. Apabila data Anda menggunakan nilai JPY, maka konversikan terlebih dahulu ke USD. Cara mengkonversikannya, silahkan Anda baca jawaban saya di tulisan Barang Kiriman atau Kalkultaor Bea Masuk.

      Hapus
  23. halo pak, salam
    pak saya mau tanya untuk pnbm yang berlaku apakaj masih mengacu ke peraturan tahun 2010 atau yg baru Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 121/PMK.011/2013 ?

    Kasus saya dua jaket kulit harga satuan $70 apakah masuk pnbm?karena kalau peraturan yang baru saya baca hanya dikenakan jika nilai barang diatas 6 juta namun peraturan lama jika diatas 500ribu

    peraturan mana yang bisa diacu pak?

    trus cara menghitung satuan masing2 dikali tarif atau total dikali tarif pajak ya Pak?
    terimakasih atas pencerahannya pak

    BalasHapus
  24. Pak saya mau tanya, Saya mau beli alat pH meter dari China seharga @ 12 USD EXW sebanyak 10 buah, sehingga total 120 USD EXW, rencana saya melalui jasa pengiriman Fedex. mohon perhitungan pajak kepabean brp? Trima kasih

    BalasHapus
  25. PT. Golden Indah Pratama bergerak dibidang General Trade Export And Import & Supplier serta International & Domestics Freight Forwarders – Emkl - Emku Ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin yang berhubungan dengan kegiatan dan pelayanan yang dilakukan oleh perusahaan kami.

    Adapun kegiatan / layanan utama kami saat ini adalah sebagai berikut :

    - Under Name Export & Import Udara
    - Under Name Export & Import Laut FCL/ LCL
    - Customs Clearance kedua Laut dan kargo Udara ( Ex-Lisensi)
    - Transportasi Laut FCL/ LCL
    - Transportasi Udara
    - Angkutan Darat ( Inland truk, Kereta Api)
    - Cargo pengawasan
    - Pergudangan dan penyimpanan
    - Penyelesaian biaya / tagihan asuransi, biaya angkutan ( Darat, Laut, Udara) dan lainnya yang berhubungan dengan Export & Import.

    Berdasarkan berbagai Aktivitas kami tersebut diatas PT. Golden Indah Pratama dapat bertindak atas nama penerima ( Consignee Name Untuk Importir) serta bertindak atas nama pengirim ( Shippers Name Untuk Exportir) bergantung dari lingkup pekerjaan ( Scope Of Work) yang tercantum dalam kontrak kerja, maka dalam hal ini kami dapat memberi pelayanan yang optimal diantaranya :

    PT. Golden Indah Pratama bertindak sebagai Shippers Name Exportir :
    - Memilih Rute, Moda Transportasi dan Pengangkutan Yang Tepat / Sesuai
    - Memesan Ruangan Kapal ( Booking Space)
    - Menerima Muatan dan Menerbitkan Dokumen
    - Mempelajari Peraturan, dan Mempersiapkan Dokumen-Dokumen Yang Diperlukan
    - Mengatur Penyimpanannya / Warehousing ( bila perlu)
    - Mengurus Custom Clearance
    - Memonitor Perjalanan Barang Sampai Pada Consignee

    PT. Golden Indah Pratama bertindak Sebagai Consignee Name Importir :
    - Mengurus Ocean / Air Freight, Pembayaran / Pembelian Barang/ Suppliers
    - Monitor Pergerakan/ Perjalanan Barang Atas Nama Consignee
    - Menerima Dan Memeriksa Semua Dokumen Yang Ada Hubungannya Dengan Barang tsb,
    - Menerima Penyerahan Barang Dari Carrier Atau Ex Work ( Negara Asal)
    - Mengurus Custom Clearance Dan Melunasi Pembayaran Bea Masuk, Ppn, Pph Psl 22 Import Biaya Lainnya
    - Menyediakan Sarana Transpotasi Barang ( Trucking) Sesuai Kapasitas
    - Mengirim / Menyerahkan Barang Kepada Pemilik Barang

    Jika Anda membutuhkan pelayanan terbaik kami, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat bekerjasama dengan Anda.

    Terima Kasih,
    Rianda Zulfa


    PT. GOLDEN INDAH PRATAMA
    Office : Jl. Otista Raya No 141 Jakarta Timur 13330
    Tlp : 021-8510702
    Fax : 021-8510691
    Hp : 081213201594
    E-mail.riandazulfa66@gmail.com
    http://pt-goldenindahpratama.blogspot.com

    BalasHapus
  26. pak saya mau tanya,
    Saya mau jual raw material 1kg Usd 8. ini untuk harga pasaran di indonesia. kalau saya ingin jual harga FOB hitung2anya jd bagaimana ya? apakah harga fobnya juga 8 dollar atau bgamana

    BalasHapus
    Balasan
    1. pak saya mau tanya,
      Saya mau jual raw material 1kg Usd 8. ini untuk harga pasaran di indonesia. kalau saya ingin jual harga FOB hitung2anya jd bagaimana ya? apakah harga fobnya juga 8 dollar atau bgamana

      Hapus

Recent Posts

Recent Comment

Popular Posts

KenaliDia.Com