Selasa, 11 Maret 2014

Penipuan Barang Kiriman Kian Parah

Penipuan dengan berkedok barang kiriman di Indonesia kian menjadi. Dari data laporan pengaduan yang diterima Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta terdapat 30 kasus penipuan dari Januari s.d. Februari 2014 dengan berbagai modus yang cukup rumit.
Beruntung bagi penulis dapat mendampingi wartawan dari majalah Warta Bea Cukai dalam undangan Press Gathering yang diselenggarakan oleh Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta pada hari Senin tanggal 10 Maret 2014 pukul 12.00 s.d. selesai di Aula Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta. Dalam kesempatan tersebut hadir pula wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik seperti TV One, Metro TV, Media Indonesia dll.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kantor Bea Cukai tersebut dilakukan karena keprihatinan Kepala Kantor atas maraknya penipuan barang kiriman yang terjadi di Indonesia. Para korban berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Medan, Tegal, Banyumas, Duri dll. latar belakang pekerjaannya pun bermacam-macam, mulai dari Tenaga Kerja Indonesia, Dalang, Dosen bahkan sampai mantan pejabat. Dari beberapa laporan korban yang datang ke kantor 60 s.d. 70 persen telah terbujuk dengan kerugian bermacam-macam, tertinggi adalah korban dengan kerugian 120 juta. Rata-rata laporan yang masuk ke PLI sebanyak 3 kasus dalam seminggu.

Okto Irianto, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta menjelaskan mengenai ciri-ciri penipuan yang terjadi, diantaranya:
  • Umumnya pelaku penipuan mengaku sebagai petugas Bea Cukai atau kurir jasa pengiriman barang, kemudian menghubungi calon korban melalui telepon seluler yang biasanya didapat dari junk email atau media jejaring social, mereka menawarkan hibah, warisan atau kerja sama.
  • Pelaku memberitahukan kedatangan barang yang ditahan di Bea Cukai dan harus segera diselesaikan dengan menebus sejumlah uang, mereka menginformasikan apabila barang tidak ditebus maka akan disita atau dimusnahkan oleh Bea Cukai dan jasa pengirimannya akan dideportasi ke luar negeri.
  • Rekan pelaku (sindikat) yang mengaku sebagai pengirim barang menghubungi calon korban untuk mempertegas informasi bahwa barang ditahan di Bea Cukai dan harus ditebus/ dibayar.
  • Barang kiriman terebut fiktif dan biasanya diberitahukan sebagai barang berharga seperti emas, uang, barang elektronik dan dikirm melalui agen pengiriman barang yang diduga fiktif seperti: Eagle X Timetrack Courier Service, Postalec Inc, Trans Diplomatic Logistic Service UK dll. Beberapa dari agen yang diduga fiktif tersebut memiliki laman/ website yang dapat dilakukan tracking data dengan informasi yang juga fiktif. Bahkan beberapa dari mereka mengirimkan airway bill (awb) fiktif kepada calon korban.
  • Pelaku mengarahkan calon korban agar menebusnya (membayar bea masuk, pajak dalam rangka impor dan biaya lainnya) ke rekening pribadi atau perseorangan
Okto Irianto (Kepala KPPBC TMP Soekarno Hatta)
Okto Irianto menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai informasi-informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga bisa diminimalisir terjadinya penipuan model seperti ini. Okto juga menjelaskan bahwa pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang dipungut oleh Bea Cukai dilakukan di Bank Devisa Persepsi atau Pos Persepsi dengan menggunakan formulir SSPCP yang kemudian oleh Bank/ Kantor Pos disetorkan ke Kas Negara, bukan melalui rekening pribadi atau perseorangan.

Sofyan Helmi selaku Kepala Seksi PLI Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta menambahkan bahwa untuk mencegah adanya penipuan semacam ini, kantor tersebut menyediakan sarana informasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum beruapa layanan telepon di 0215502056, pin BB 21466E2F, online chat pli_sh@yahoo.co.id serta twitter @bcsoetta.

Dokumen berupa Airway Bill Fiktif
Penulis juga pernah membuat tulisan penipuan barang kiriman pada kesempatan yang lalu. Dari komentar yang masuk di tulisan tersebut banyak sekali modus penipuan yang telah terjadi. Sehingga penulis juga menghimbau kepada para pembaca Blog ini agar lebih berhati-hati. Karena sebenarnya model penipuan seperti ini telah dikenal lama dengan sebutan Nigerian Scam, dengan modus mengirimkan junk email ke calon korban dan menawarkan beberapa hadiah dll.

Berita selengkapnya dapat Anda dapatkan di majalah Warta Bea Cukai edisi Maret 2014.

==
Foto diambil dengan Blackberry 8520

7 komentar:

  1. hati hatillah pada fb anda

    BalasHapus
  2. kakak saya pernah jadi korban, uangnya raib sekitar 15 juta. Sayang sekali tidak konsultasi dulu sebelumnya dengan anggota keluarga, tadinya dia pikir mau memberi kejutan. modusnya mirip sekali dengan cerita diatas. Semoga menjadi pelajaran buat kita semua. trimakasih.

    BalasHapus
  3. persis seperti yg sy alami saat ini.saya dikirimi paket dari USA melaui MORGAN SECURITY pada tgl 8 mei 2014 dan tgl 12 mei 2014 ada yg menghubungi saya melalui tlp seluler,memberi tau bahwa paket sdh tiba di bandara Bali,lalu sy diminta utk segera membayar sejumlah uang,setelah di bayar baru kemudian paket tersebut akan dikirim ke almt saya jika tdk segera diselesaikan maka kena biaya inap,bgtu kata si penelpon.lalu saya katakan kpd penelpon tersebut agar paket itu dikembalikan saja kpd pengirimnya,namun lagi-lagi saya yg hrs membayar biaya pengirimannya krn si pengirim tdk mau membayar dan sayapun tetap tidak mau membayar.Dan sekarang si pengirim terus mengancam akan melaporkan saya ke polisi dan meminta agar paket tersebut dikirim kembali ke dia,sementara saya tidak pernah mengambil atau menerima paket tersebut.....Mohon saranya !!! terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati-hati Pak, modusnya sama dengan teman-teman yang tertipu. Dan saya ingat pesan polisi Cengkareng dalam jumpa pers di Bea Cukai Sukarno Hatta mengingtkan untuk lebih berhati-hati dalam menerima barang kiriman, bisa jadi Anda masuk dalam sindikat narkotik. Jangan mudah memberikan identitas kepada orang lain.

      Hapus
  4. Saya juga pernah mengalami, pengiriman dibawa oleh diplomatik dari sana sesampai di bandara bali saya dihubungi oleh agen diplomatik karena saya harus membayar uang legalitas sebesar 3000 dollar supaya barang bisa di kirim ke alamat saya dan uang tersebut ditransfer ke rekening atas nama pribadi. Untungnya saya bilang saya tidak mau paket tersebut, dan minta dikirim balik ke penerima.

    BalasHapus
  5. Anehnya kenapa harus transit di bandara bali, tidak langsung ke jakarta...

    BalasHapus

Recent Posts

Recent Comment

Popular Posts

KenaliDia.Com